PENDUDUK DAN DINAMIKANYA

  1. Pertumbuhan Penduduk

          Pertambahan penduduk pada suatu negara dalam waktu tertentu dinyatakan dalam persentase (%) diperoleh melalui data berdasarkan sensus penduduk/ cacah jiwa.

Faktor – faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan penduduk (Faktor demografi):

  1. Kelahiran  ( alami )
  2. Kematian  (alami)
  3. Migrasi (non alami)

Kriteria angka pertumbuhan penduduk:

  1. Rendah                         <    1 %
  2. Sedang                          antara 1 %  –  2 %
  3. Tinggi                           >   2 %

Sensus Penduduk= pendataan jumlah penduduk yang dilakukan kurang lebih setiap 10 tahun sekali.

  1. Sensus sebelum kemerdekaan pada masa Belanda (1930)
  2. Tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan tahun 2010   

Dinamika Penduduk = Proses bertambah dan berkurangnya jumlah penduduk pada periode tertentu berdasar tingkat kepadatan penduduk, komposisi penduduk, pertambahan jumlah penduduk dll.

Kepadatan Penduduk =        Jumlah penduduk

                                        Luas Wilayah (Km2)

Rumus :

  1. Pertumbuhan Penduduk Alami (Natural Population Growth)

T   =   L – M

T : Pertumbuhan penduduk

L : Jumlah Kelahiran dalam 1 tahun

M : jumlah kematian dalam 1 tahun

  1. Pertumbuhan Penduduk Total (Total Population Growth)

T  =  (L – M) + (I – E)

I : Jumlah penduduk yang masuk dari negara lain/Imigrasi

E: Jumlah penduduk yang keluar ke negara lain/ Emigrasi

ANGKA KELAHIRAN DAN ANGKA KEMATIAN

  1. PERHITUNGAN ANGKA KELAHIRAN (Fertilitas / Natalitas)
    1. Angka Kelahiran Kasar (CBR/ Crude Birth Rate)

Yaitu Jumlah bayi yang lahir setiap 1.000 penduduk dalam satu tahun.

Rumus :

                  CBR  =  L   x    1.000

                                  P

                  CBR = Angka Kelahiran Kasar

                  L      = Jumlah Kelahiran selama satu tahun

                  P      = Jumlah Penduduk selama satu tahun

1000 = Konstanta

  1. Angka Kelahiran Umum ( General Fertility Rate/ GFR )

Yaitu Jumlah Kelahiran tiap 1000 wanita yang berusia 15 – 49 tahun dalam satu tahun.

Rumus :

                  GFR   =        L          x   1000

                                W (15-49)

                  GFR        =  Angka Kelahiran Umum

                  L             = Jumlah Kelahiran satu tahun

                  W(15-49)= Jumlah Penduduk wanita yang berumur 15-49

                  1000       = Konstanta

Kriteria:

  1. Tinggi  =  > 40
  2. Sedang = 30 – 40
  3. Rendah =  < 30

Faktor-faktor pendorong Kelahiran (Pronatalitas)

  1. Banyaknya kawin usia dini
  2. Anggapan bahwa banyak anak banyak rezeki
  3. Anggapan anak dapat membantu orang tua
  4. Anak merupakan penerus keturunan
  5. Anak penentu status sosial

Faktor yang menghambat Kelahiran (Antinatalitas)

  1. Program KB
  2. Kesadaran penundaan kawin usia dini karena alasan ekonomi, pendidikan dan pekerjaan
  3. Adanya UU Perkawinan tentang batas minimal usia perkawinan ( pria 19 tahun dan wanita 16 tahun ) UU No 1 Tahun 1974.
  4. Banyaknya wanita karir
  5. Adanya Peraturan pemerintah tentang pembatasan tunjangan anak bagi PNS
  1. PERHITUNGAN ANGKA KEMATIAN (MORTALITAS)

Yaitu jumlah kematian selama satu tahun untuk 1000 penduduk.

Angka Kematian Kasar ( Crude Death Rate/ CDR )

CDR   =   D ( 1th )  x   1000

                      P

CDR = Angka Kematian Kasar

D (death)       = Jumlah kematian

P                    = Jumlah Penduduk

Kriteria angka kematian :

  1. Tinggi  =  jika > 20
  2. Sedang = antara 10 – 20
  3. Rendah = Jika < 10

 Faktor pendorong kematian (Promortalitas) :

  1. Fasilitas kesehatan kurang memadai
  2. Masyarakat kurang peduli terhadap kesehatan
  3. Keadaan gizi yang masih rendah
  4. Lingkungan yang tidak sehat
  5. Wabah penyakit
  6. Bencana alam
  7. Peperangan
  8. Krisis ekonomi,krisis moral

Faktor penghambat Kematian ( Anti Mortalitas )

  1. Fasilitas kesehatan sudah memadai
  2. Kemajuan di bidang kedokteran
  3. Adanya kesadaran hidup sehat
  4. Agama melarang membunuh atau bunuh diri.

Piramida Penduduk

Yaitu komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat ditampilkan dalam bentuk grafik

a. Bentuk-bentuk Piramida Penduduk

 

Bentuk piramida penduduk dibadakan menjadi tiga macam yaitu :

1.

Bentuk Limas (Expansive)/ piramida muda.

Piramida Penduduk Expansif memiliki ciri-ciri :
a. Sebagian besar berada pada kelompok penduduk muda
b. Kelompok usia tua jumlahnya sedikit
c. Tingkat kelahiran bayi tinggi
d. Pertumbuhan penduduk tinggi

e. Terdapat di negara berkembang, contohnya: Indonesia, Filipina, Mesir, Nigeria, Brazil, DILI.

2.

Bentuk Granat (Stationer)

Piramida Penduduk Stasioner memiliki ciri-ciri :
a. Penduduk pada tiap kelompok umur hampir sama
b. Tingkat kelahiran rendah
c. Tingkat kematian rendah
d. Pertumbuhan penduduk mendekati nol atau lambat

e. Contoh di Amerika Serikat, Belanda, Norwegia, Finlandia.

3.

Bentuk Batu Nisan (Constructive)

Piramida Penduduk Constructive memiliki ciri-ciri :
a. Sebagian besar penduduk berada kelompok usia dewasa atau tua
b. Jumlah penduduk usia muda sangat sedikit
c. Tingkat kelahiran lebih rendah dibanding dengan tingkat kematian
d. Pertumbuhan penduduk terus berkurang

e. Jumlah penduduk mengalami penurunan, contohnya: negara-negara yang baru dilanda perang.

Masalah-masalah Kependudukan di Indonesia :

1. Kuantitas Penduduk

  1. jumlah penduduk yang besar
  2. tingkat pertumbuhan penduduk  yang tinggi
  3. kepadatan dan persebaran penduduk yang tidak merata

2. Kualitas penduduk :

  1. masalah pendidikan
  2. masalah kesehatan
  3. tingkat pendapatan perkapita yang masih rendah ( PP/ PI =  GNP  )

       P

         Keterangan  PP/ PI = Pendapatan Perkapita/ Percapita Income

         GNP    = Gross National Product/ Pendapatan nasional kotor dalam    setahun (Jumlah pendapatan)

         P       = Jumlah penduduk

Persebaran/Kepadatan Penduduk(population density)

yaitu perbandingan banyaknya jumlah penduduk dengan luas daerah atau wilayah yang ditempati berdasarkan satuan luas tertentu.

Macam kepadatan penduduk :

a. Kepadatan penduduk agraris

adalah perbandingan antara jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian dengan luas lahan pertanian. Rumus =   ( jumlah penduduk petani )

   

b. Kepadatan Penduduk Aritmatik

adalah perbandingan antara jumlah penduduk total (tanpa memandang mata pencaharian) dengan luas wilayah (baik lahan pertanian ataupun tidak).

Rumus : Jumlah penduduk

Rasio Jenis Kelamin dan Rasio Beban Ketergantungan

1. Rasio Jenis Kelamin (sex ratio)

Yaitu angka perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan di suatu daerah.

SR =    Mx  100    atau     SR  =   L     x  100

SR = Sex Ratio atau rasio jenis kelamin

M = Male atau jumlah penduduk laki-laki ( L )

F = Female atau jumlah penduduk perempuan ( P )

2. Rasio Beban Ketergantungan (dependency ratio)

adalah perbandingan antara jumlah penduduk yang belum produktif (usia < 14 th) dan tidak produktif (usia > 64 th) dengan jumlah penduduk produktif (usia 15 – 64 tahun).

Rasio beban ketergantungan dapat dirumuskan berikut ini.

ABT/DR = (Penduduk belum produktif) + (Penduduk tidak produktif)   x  100

                                 (Jumlah penduduk usia produktif)

Angka Usia Harapan Hidup yaitu rata-rata jumlah tahun kehidupan/ umur. Angka ini dapat digunakan untuk mengetahui tingkat sosial ekonomi secara umum dan tingkat kesehatan. Semakin tinggi angka UHH menunjukkan semakin tinggi derajat kesehatan karena tingkat kematian menurun, terutama penduduk usia tua.

Migrasi Penduduk

Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas nonpermanen (sementara): turisme dan mobilitas permanen (menetap) yang disebut migrasi.

1. Jenis-jenis Migrasi

 

Migrasi dapat terjadi di dalam satu negara maupun antarnegara. Berdasarkan hal tersebut, migrasi dapat dibagi atas dua golongan yaitu :

a.

Migrasi Internasional, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya,dibedakan atas tiga macam yaitu :

*

Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran

*

Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigran

 *

Remigrasi atau repatriasi, yaitu kembalinya imigran ke negara asalnya

  1. Migrasi Nasional atau Internal, yaitu perpindahan penduduk di dalam satu negara, yaitu sebagai berikut :
 

1)         Urbanisasi, yaitu perpindahan dari desa ke kota dengan tujuan menetap. Terjadinya urbanisasi disebabkan oleh beberapa faktor antara lain sebagai berikut :

 

1. Ingin mencari pekerjaan

2. Ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
3. Ingin mencari pengalaman di kota
4. Ingin lebih banyak mendapatkan hiburan dan sebagainya

2)   Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduk ke pulau yang jarang penduduknya. Transmigrasi pertama kali dilakukan di Indonesia pada tahun 1905 oleh pemerintah Belanda yang dikenal dengan nama kolonisasi.

Berdasarkan pelaksanaannya, transmigrasi di Indonesia dapat dibedakan atas :

1.

2.

3.

4.

5.

Transmigrasi Umum, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan dan dibiayai oleh pemerintah
Transmigrasi Khusus, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan dengan tujuan tertentu, seperti penduduk yang terkena bencana alam dan daerah yang terkena pembangunan proyek
Transmigrasi Spontan (swakarsa), yaitu transmigrasi yang dilakukan oleh seseorang atas kemauan dan biaya sendiri
Transmigrasi Lokal, yaitu transmigrasi dari suatu daerah ke daerah yang lain dalam propinsi atau pulau yang sama

Transmigrasi bedol desa : transmigrasi seluruh penduduk beserta pejabat/perangkat

 

     3) Ruralisasi, yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa dengan tujuan menetap.

 

Selain jenis migrasi yang disebutkan di atas, terdapat jenis migrasi yang disebut evakuasi. Evakuasi adalah perpindahan penduduk yang terjadi karena adanya ancaman akibat bahaya perang, bencana alam dan sebagainya.

     4). Forenzen : pergi ke kota dan kembali ke desa ( Nglaju)

Ledakan Penduduk

Ledakan penduduk disebabkan perkembangan jumlah penduduk yang sangat cepat.

Menurut Thomas Robert Malthus dalam Essay on the Principle of Population (1798), dikatakan bahwa “ penduduk bertambah menurut deret ukur dan bahan makanan bertambah menurut deret hitung ”.

a. Dampak Ledakan Penduduk antara lain :

 

1. Jumlah pengangguran semakin meningkat
2. Kekurangan pangan yang menyebabkan kelaparan dan gizi rendah
3. Kebutuhan pendidikan, kesehatan dan perumahan sukar diperoleh
4. Terjadinya polusi dan kerusakan lingkungan
5. Tingkat kemiskinan semakin meningkat 

b. Usaha mengatasi Ledakan Penduduk antara lain :

 

1. Memperluas lapangan kerja melalui industrialisasi
2. Melaksanakan program Keluarga Berencana (KB)
3. Meningkatkan produksi pangan sesuai kebutuhan penduduk
4. Melaksanakan program transmigrasi
5. Menambah sarana pendidikan dan perumahan sederhana

Data tentang kualitas dan kuantitas penduduk diperoleh melalui : metode sensus, registrasi, dan survei penduduk.

1. Sensus Penduduk

Sensus adalah penghitungan jumlah penduduk yang dilakukan oleh pemerintah dalam jangka waktu tertentu, dilakukan secara serentak, dan bersifat menyeluruh dalam suatu batas negara untuk kepentingan demografi negara yang bersangkutan.

Metode pencatatan atau sensus dibedakan menjadi dua, yaitu :

a. Metode Householder

Yaitu pengisian daftar pertanyaan tentang data kependudukan diserahkan kepada penduduk atau responden, sehingga penduduk diberi daftar pertanyaan untuk diisi dan akan diambil kembali beberapa waktu kemudian.

b. Metode Canvaser yaitu pengisian daftar pertanyaan tentang data kependudukan dilakukan oleh petugas sensus dengan cara mendatangi dan mewawancarai penduduk atau responden secara langsung.

Berdasarkan status tempat tinggal penduduknya, sensus dibedakan menjadi :

a. Sensus De Facto

Yaitu pencatatan dilakukan oleh petugas pada setiap orang yang ada di daerah tersebut

b. Sensus De Jure

Yaitu pencatatan penduduk dilakukan oleh petugas yang secara resmi tercatat dan tinggal sebagai penduduk di daerah tersebut

Sensus penduduk perlu dilakukan agar pemerintah memiliki data kependudukan yang up to date (sesuai perkembangan zaman), sehingga pemerintah dapat :

  • mengetahui perkembangan jumlah penduduk,
  • mengetahui tingkat pertumbuhan penduduk,
  • mengetahui persebaran dan kepadatan penduduk,
  • mengetahui komposisi penduduk (berdasarkan jenis kelamin, tingkat pendidikan, umur, mata pencaharian, dan sebagainya),
  • mengetahui arus migrasi, serta
  • merencanakan pembangunan sarana dan prasarana sosial sesuai dengan kondisi kependudukan daerah.

2. Registrasi Penduduk

Yaitu suatu sistem pencatatan yang dilaksanakan oleh pemerintah setempat yang meliputi pencatatan kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, perubahan tempat tinggal atau perubahan pekerjaan.

3. Survei Penduduk

Hampir sama dengan sensus hanya saja dilaksanakan dengan sistem sampel atau dalam bentuk studi kasus.

By egaprizega

Penggunaan lahan

Kegiatan Ekonomi Penduduk

Mata Pencaharian

—  Bidang Agraris (pertanian)

1. Pertanian

—  Berladang/ berhuma : membuka lahan dengan pembakaran hutan, dan berpindah setelah lahan kurang subur

—  Tegalan: tanah kering dengan menggantungkan pada air hujan.

—  Sawah ( tadah hujan, irigasi, lebak/ berada di pinggir sungai besar, bencah/ pasang surut)

2. Perkebunan : perkebunan besar, perkebunan rakyat

3. Perikanan : Perikanan darat, perikanan laut

4. Peternakan :

—  Peternakan hewan besar : sapi, kerbau, kuda

—  Peternakan hewan kecil: kambing, domba, kelinci, babi

—  Peternakan unggas : itik, ayam, burung puyuh

5. Kehutanan

  

—  Bidang Non Pertanian

1. Perdagangan

2. Pertambangan

—  Golongan A (Bahan Galian Strategis): yang penting untuk keamanan perekonomian negara. Ex : minyak bumi, gas alam, besi, bauksit,batu bara, mangaan

—   Golongan B (bahan galian vital): penting untuk hajat hidup orang banyak. Ex: emas, perak, aspal

—  Golongan C (bahan galian industri): dapat langsung digunakan untuk industri. Ex: batu apung, pasir, marmer

3. Perindustrian

—  Industri rumah tangga : modal kecil, tenaga kerja 1-4, alat sederhana

—  Industri kecil : tenaga kerja 5 – 19

—  Industri sedang : modal cukup besar, alat cukup modern, tenaga kerja 20 – 99

—  Industri besar :  lebih dari 100 orang

4. Jasa : Perbankan, Pariwisata, Transportasi

Indonesia dikenal sebagai Negara Agraris karena :

v  Curah hujan cukup tinggi dan tanah cukup subur

v  Sebagian penduduk adalah pengolah tanah

v  Beriklim tropis dengan suhu cukup tinggi dan panas.

Kaitan bentuk muka bumi dengan penggunaan lahan

            Di pedesaan :

—  Bersifat tradisional

—  lapangan kerja agraris

—  pola hidup sederhana

—  hubungan penduduk erat/ kegotong-royongan

            Di perkotaan :

—  Untuk pusat pemerintahan,industri, perdagangan, budaya, kesehatan, rekreasi, pertahanan dan keamanan

Pola Permukiman Penduduk

Yaitu bentuk persebaran tempat tinggal penduduk berdasarkan kondisi alam dan aktivitas penduduknya.

            Faktor-faktor yang mempengaruhi pola pemukiman penduduk :

            1. letak geografis

            2. kesuburan tanah

            3. iklim

            4. relief/ topografi wilayah,

            5. jumlah penduduk

            6. kultur/ budaya, dan

            7. kegiatan ekonomi penduduk

Macam-macam pola pemukiman :

—  Pola memanjang/ linier : mengikuti alur sungai/ saluran irigasi, jalan raya, rel kereta api, pantai. Biasanya di dataran rendah

—  Pola terpusat/ nucleated, misal berpusat pada sumber air, bahan baku, industri

Pola berpencar/ dispersed, di daerah perbukitan/ pegunungan

By egaprizega

KONDISI FISIK DAN SOSIAL WILAYAH INDONESIA

A. Letak Indonesia

1. Letak Geografis

Indonesia berada di posisi silang antara Benua Asia – Australia dan Samudra Hindia – Samudra Pasifik.

Wilayah Indonesia terdiri dari daratan dan lautan yang merupakan negara kepulauan ( archipeloge state )

Pengaruh letak geografis bagi kehidupan :

a. Iklim tropis yang bersifat lembab( curah hujan rata-rata relatif tinggi)

b. Bertiupnya angin muson ( angin Musim )

c. Posisi Silang yang strategis yaitu:

1)   Tempat bertemunya kebudayaan dari negara lain

2)   Terletak di persimpangan jalur lalu lintas perdagangan dunia

 

2. Letak Astronomis

Indonesia terletak antara 6 0 LU – 110 LS dan 95 0 BT – 141 0 BT dengan batas sbb:

1)   Batas Utara terletak pada 6 0 08′ LU melewati pulau Weh di NAD

2)   Batas Selatan terletak pada 11 0 15 ‘ LS melewati Pulau Rote di NTT

3)   Batas Barat terletak pada 95 0 45 ‘ BT melewati Pulau Beureuh di NAD

4)   Batas Timur terletak pada 141 0 05 ‘ BT melewati sungai Fly dan Sungai Merauke di Papua

Pengaruh letak astronomis adalah :

  1. Indonesia berada di Zona iklim Tropis
  2. Wilayah Indonesia terbagi dalam tiga ( 3 ) daerah waktu yaitu WIB, WITA, WIT

3. Letak geologis (letak suatu wilayah dilihat dari jenis batuan yang ada di permukaan bumi).

Wilayah Indonesia dilalui oleh dua jalur pegunungan muda dunia yaitu :

1)      Pegunungan Mediterania di sebelah barat

2)      Pegunungan Sirkum Pasifik di sebelah timur.

Pengaruh letak Geologis adalah :

1)      Banyak terdapat gunung yang aktif

2)      Tanah menjadi subur

3)      Kaya akan bahan tambang

4)      Kaya akan perikanan

5)      Terdapat sumber gas panas bumi

6)      Sering terjadi gempa bumi (tektonik maupun vulkanik)

By egaprizega

Apa itu mesin cetak???

Mesin cetak digunakan untuk membuat banyak salinan halaman yang identik. Kini digunakan untuk mencetak buku dan surat kabar. Kini segalanya dilakukan secara otomatis. Saat mesin cetak ditemukan oleh Johannes Gutenberg, ia harus meletakkan huruf bersama-sama. Tiap huruf ada di balok logam dalam sebuah bingkai. Lalu ia bisa memindahkan kertas dan tinta di atasnya, mirip seperti perangko. Huruf itu akan meninggalkan beberapa tinta di kertas itu.

By egaprizega

Tenaga pembentuk muka bumi(Tenaga Geologi)

  1. Tenaga endogen: bersifat membangun, terdiri dari :

     A. Tektonisme(diatropisme)= pergerakan kerak bumi

  • Gerak epirogenesa, berlangsung lama dalam wilayah luas. Epirogenesa positif ditandai dengan adanya kenaikan permukaan air laut. epirogenesa negative ditandai dengan permukaan air laut yang menurun.
  • Gerak orogenesa (pembentukan pegunungan), berlangsung cepat dalam wilayah sempit. Membentuk lipatan dan patahan.

Puncak lipatan disebut antiklinal, sedang lembah lipatan/ bagian yang turun disebut sinklinal.

Horst=daerah patahan yang terangkat ke atas

Graben/Slenk= daerah patahan yang mengalami penurunan.

Fault= garis rekahan patahan.

  1. Vulkanisme = proses keluarnya magma ke permukaan bumi

Jika magma yang keluar tidak mencapai permukaan bumi, disebut intrusi magma. Jika magma sampai di permukaan bumi, disebut ekstrusi magma.

Jenis-jenis erupsi magma

1. Berdasarkan lubang tempat erupsi: (1) Jika tempat keluarnya magma di permukaan bumi mengikuti patahan atau retakan

yang memanjang, disebut erupsi linear.(2) Jika tempat keluarnya magma di permukaan bumi memusat pada sebuah titik, disebut erupsi sentral.

2. Berdasarkan proses keluarnya magma, (1) Erupsi eksplosif= letusan sangat kuat (2) Erupsi efusif= letusan lemah (3) Erupsi campuran= terjadi selang-seling antara eksplosif dan efusif.

Jenis-jenis gunung api

Menurut bentuknya, ada beberapa jenis gunung api.

(1)   Gunung api perisai/ tameng

  • bentuknya seperti perisai,
  • lerengnya sangat landai,
  • terbentuk karena erupsi efusif magma cair dan encer yang mengalir dan membeku secara lambat

(2)             Gunung api maar/ corong :

  • bentuknya seperti trapesium,
  • terbentuk karena erupsi eksplosif yang tidak terlalu kuat dengan letusan hanya sekali
  • terbentuk lubang besar (kawah/maar)

(3)             Gunung api strato:

  • bentuknya seperti kerucut dan berlapis,
  • terbentuk karena erupsi efusif dan eksplosif dengan beberapa kali letusan yang kuat.
  1. Seisme(gempa bumi)
  1. Tenaga Eksogen :
  • Pelapukan

Yaitu : Proses hancurnya batuan menjadi butiran-butiran kecil dan tanah

Macam Pelapukan:

1)              Pelapukan Mekanik/ Fisika

Yaitu pelapukan yang disebabkan oleh perubahan suhu siang dan malam, sinar matahari.

2)              Pelapukan Kimiawi

Yaitu mengakibatkan terjadinya perubahan sifat kimia batuan yang disebabkan proses pelarutan:oksidasi, karbonisasi, dan evaporasi

3)              Pelapukan Biologis/ Organik

  1. Erosi
  2. Sedimentasi
By egaprizega

Cara mengganti gambar beranda Google di google chrome

Banyak orang yang ingin tampilan desktop/background seperti yang diinginkan, akan tetapi tidak mengetahui caranya. Nah saya akan memberitahu cara mengganti gambar beranda google di google chrome.

Gambar

  1. Pertama buka Google menggunakan google chrome.
  2. Setelah terbuka, pastikan anda memiliki akun google yang sudah di log in.
  3. Klik tulisan “ ganti gambar latar ” di pojok kiri bawah, disebelah tulisan “ iGoogle “ dan akan muncul Pilih gambar latar untuk beranda google anda.
  4. Cari gambar yang anda inginkan di tab galeri publik.
  5. Lalu klik pilih.
  6. Maka gambar beranda google anda akan berubah
By egaprizega

Robot

Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu (kecerdasan buatan). Robot biasanya digunakan untuk tugas yang berat, berbahaya, pekerjaan yang berulang dan kotor. Biasanya kebanyakan robot industri digunakan dalam bidang produksi. Penggunaan robot lainnya termasuk untuk pembersihan limbah beracun, penjelajahan bawah air dan luar angkasa, pertambangan, pekerjaan “cari dan tolong” (search and rescue), dan untuk pencarian tambang. Belakangan ini robot mulai memasuki pasaran konsumen di bidang hiburan, dan alat pembantu rumah tangga, seperti penyedot debu, dan pemotong rumput.

By egaprizega

Perbedaan Besaran, Satuan, dan Pengukuran

  • Besaran adalah segala sesuatu yang dapat di ukur, mempunyai nilai yang dapat dinyatakan dengan angka, dan memiliki satuan.
  • Satuan adalah bernyataan yang menjelaskan arti dari suatu besaran.
  • pengukuran adalah suatu proses membandingkan sesuatu yang diukur dengan yang lain sebagai pengukur yang dijadikan acuan.
By egaprizega

BENTUK – BENTUK INTERAKSI SOSIAL

  • Dalam kehidupan manusia atau individu selalu terjadi hubungan timbal balik. Dalam bermasyarakat senatiasa menjadi interaksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu. Beberapa jenis proses sosial dalam kehidupan bermasyarakat merupakan identifikasi dari interaksi yang bersifat kotinu.
  • Beberapa tokoh di dunia mempunyai pendapat yang berbeda – beda mengenai interaksi sosial. Beberapa tokoh tersebut adalah Kimbal Young, Gillin, Tamotsu Shibutani, dan Soekanto.
  • Kimbal Young (1948) membedakan interaksi sosial sebagai berikut:
  1. A.      Oposisi, mencakup persingan dan pertentangan.
  2. B.      Kerja sama, menghasilkan akomodasi
  3. C.      Diferensi, menyebabkan adanya perbedaan kerja antara orang – orang atau kelompok dalam masyarakat

n  Sementara Gillin (1951) menggolongkan proses sosial menjadi dua macam:

  1. Proses Asosiatif, yang mencakup akomodasi, asimilasi, dan akulturasi
  2. Proses Disosiatif, yang mencakup persaingan, pertentangan, atau pertikaian yang berupa kontravensi dan konflik.

n  Pada tahun 1986 Tamotsu Shibutani megutarakan pendapatnya tentang interaksi sosial. Ia lebih mengedepankan hal – hal berikut:

  1. Akomodasi
  2. Ekspresi
  3. Interaksi Strategis
  4. Pengembangan Perilaku Manusia

n  Soekanto, tahun 2003, mengembangkan pendapat Gilin dengan menyajikan jenis – jenis proses sosial yang meliputi proses asosiatif dan proses diasosiatif.

n  Soekanto, tahun 2003, mengembangkan pendapat Gilin dengan menyajikan jenis – jenis proses sosial yang meliputi proses asosiatif dan proses diasosiatif.

  1. PROSES – PROSES ASSOSIATIF

n  Proses asosiatif adalah prose yang merupakan penggabungan antara dua objek atau tanggapan indriawi. Proses penggabungan dapat diuraikan menjadi dua bentuk yakni:

  1. Kerja sama (cooperation),
  2. Akomodasi (acomodation),
  3. Asimilasi (assimilation),
  4. Akulturasi (acculturation).
    1. KERJA SAMA (COOPERATION)
  • Penegertian dari kerja sama adalah kemampuan seseorang untuk bekerja bersama – sama dengan orang lain atau secara kelompok dalam rangka menyelesaikan suatu tugas atau kegiatan yang ditentukan sehingga mencapai daya guna yang sebesar – besarnya.
  • Kerja sama dapat muncul karena adanya orientasi perorangan terhadap kelompoknya sendiri atau kelompok orang lain. Proses sosial terbentuknya kerja sama secara tidak sengaja akan menimbulkan konflik sosial yang bersifatpositif maupun negatif.
  • Munculnya konflik yang bersifat negatif dalam masyarakat dapat membuat solidaritas sosial dalam kelompok itu menjadi rusak karena terjadi perpecahan. Maka dari itu, konflik yang bersifat negatif segera harus segera diatasi meskipun sifatnya sementara.
  • Selain terdapat konflik yang bersifat negatif, juga terdapat konflik yang bersifat positif. Konflik yang bersifat positif sangat bertolak belakang dengan konflik yang bersifat negatif. Konflik yang bersifat positif dapat membuat solidaritas sosial menjadi lebih tinggi apabila mengalami konflik dengan kelompok luar.
  • Agar kehidupan manusia dapat terasa lebih ringan dalam permasalahan atau pekerjaan maka diperlukan suatu kerja sama. Contoh – contoh dari kerja sama yang bersifat positif antara lain kerukunan, tawar – menawar, kooptasi, koalisi, joint – venture.
  1. AKOMODASI (ACCOMODATION)

ü  Akomodasi mempunyai beberaapa pengertian yaitu:

  • Persediaan atau penyediaan tempat kediaman dan fasilitas yang dibutuhkan oleh seseorang atau kelompok untuk memenuhi kebutuhan
  • Penyesuaian diri dengan alam
  • Penyelesaian perselisihan
  • Akomodasi dapat digunakan untuk dua kebutuhan, pertama akomodasi sebagai suatu keadaan, dan yang kedua akomodasi sebagai suatu proses.
  • Akomodasi sebagai proses adalah usaha – usaha manusia untuk meredakan pertentangan dalam mencapai kestabilan. Sedangakn akomodasi sebagai keadaan adalah kenyataan adanya keseimbangan kehidupan bermasyarakat.

n  Manfaat dari akomodasi dapat digunakan untuk beberapa hal yaitu:

  1. Meredakan pertentangan orang perorangan atu kelompok akibat perbedaan pendapat atau kesalah pahaman
  2. Mencegah meledaknya pertentangan atau ungkapan emosional untuk sementara waktu
  3. Menentukan pilihan adanya kerja sama antar kelompok sosial sebagai akibat faktor – faktor sosial ekonomi psikologis dan kebudayaan atau faktor terisolasinya kehidupan oleh kondisi alam.
  4. Mengupayakan penggabungan antara kelompok – kelompok yang terpisah atau terpisah.
  • Akomodasi sebagai proses sosial memiliki beberapa bentuk antara lain paksaan (coercion), kompromi (compromise), arbitrsi (arbitration), mediasi (mediation), konsiliasi (conciliation), toleransi (tolerance), saling tidak bereaksi (stalemate), dan penyelesaian pengadilan (adjudication)
  • Selain mempunyai manfaat, akomodasi juga mempunyai hasil. Hasil dari akomodasi adalah kebersamaan, penekanan oposisi, koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda, perubahan lembaga – lembaga permasyarakatan, perubahan – perubahan dalam kependudukan, dan pembukaan jalan ke arah asimilasi.
  1. ASIMILASI (ASSILIMATION)

n  Asimilasi adalah suatu penyesuaian atau penyelarasan proses sosial dalm taraf lanjutan yang ditandai dengan adanya usaha – usaha yang dilakukan untuk mengurangi perbedaaan yang terdapat pada orang perorangan atau kelompok. Beberapa bentuk interaksi soial yang memberikan arah ke satu proses asimilasi antara lain sebagai berikut:

  1. Interaksi sosial yang bersifat pendekatan terhadap pihak lain dan berlaku sama bagi pihak lain juga
  2. Interaksi sosial yang tidak mengalami halangan atau pembatasan
  3. Proses asimilasi dipercepat apabila interaksi sosial bersifat langsung dan primer
  4. Frekuensi interaksi sosial yang tinggi dan adanya keseimbangan antara pola – pola asimilasi tersebut

n  Cepat atau lambatnya perwujudaan asimilasi pada perorangan atau kelompok dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor pendorang dan faktor penghambat.

n  Faktor pendorond terjadinya asimilasi antara lain:

  1. Tingkat toleransi seseorang atau kelompok terhadap kelompok lain
  2. Kesempatan berimbangnya ekonomi antar individu atau kelompok
  3. Sikap menghargai kehadiran orang asing beserta kebudayaannya
  4. Sikap terbuka yang dimiliki oleh golongan berkuasa dalam masyarakat
  5. Memiliki persamaan historis dan perkembangan unsur – unsur kebudayaan
  6. Perkawinan campuarn antar kelompok yang berbeda
  7. Kedatangan musuh dari luar yang dipandang mengganggu kelangsungan hidup bersama

n  Faktor – faktor yang menghambat terjadinya asimilasi:

  1. Terisolasinya golongan tertentu dalam kehidupan masyarakat
  2. Kurangnya pengetahuan kebudayaan yang dimiliki oleh kelompok sosial
  3. Adanya perasaan takut terhadap suatu kekuatan kebudayaan yang dihadapinya
  4. Adanya perasaan bahwa kebudayaan yang dimiliki loeh golongan atau kelompok lain lebih unggul dibandingkan dengan kebudayaan yang dimiliknya
  5. Adanya perbedaan warna kulit atau ciri fisik tertentu karena latar belakang induk bangsa yang berbeda
  6. Adanya perasaan mengelompok atau menutup diri yang sangat kuat
  7. Adanya gangguan dari golongan mayoritas terhadap golongan minoritas
  8. Munculnya perbedaaan kepentingan dan pertentangan pribadi atau golongan
  9. Akulturasi adalah fenomena yang timbul sebagai akibat pertemuan (kontak budaya) secara langsung dan terus – menerus antar kelompok manusia yang memiliki kebudayaan berbeda namun tidak menghilangkan ciri atau sifat asli dari masing – masing kebudayaan.
  10. Bangunan candi di Indonesia contohnya. Pada Candi Prambanan, bangunannya berbentuk punden berundak dan relief – reliefnya mengangkat kisah Ramayana. Jadi dapat disimpulakn bahwa Indonesia mendpat pengaruh dari negara lain yaitu India, Thailand dan Kamboja. Meskipun demikian suasana yang digambarkan pada relief tersebut masih menggambarkan suasana alam Indonesia yang indah nan asri, sehinnga masih mencerminkan ciri khas dari Indonesia
By egaprizega